Cara Menyimpan ASI

Botol Kaca ASI Tutup Karet ini berkapasitas 100ml pas untuk sekali perah dan pas juga diberikan pada bayi anda. Tutup dari bahan karet membuat penyimpanan ASI bisa kedap udara.

botol kaca asi tutup karet

 

Tips menggunakan botol kaca asi tutup karet :

  • Jika botol akan disimpan di freezer pengisian jangan penuh, cukup sampai tanda garis batas di botol (tanda batas untuk kapasitas 100,l). Hal ini untuk mengurangi resiko pecah dan tutup lepas dalam freezer karena pada saat membeku volume cairan akan memuai.
  • Boleh diisi lebih dari tanda di botol jika hanya didinginkan atau disimpan pada kulkas bawah / chiller (tidak dibekukan).
  • Pastikan tutup karet dalam kondisi kering saat digunakan agar tutup tidak terlepas.
  • Botol dan tutup bisa direbus. Rebuslah secara terpisah antara botol dan tutup-nya agar proses sterilisasi lebih bagus.
  • Gunakan panci non-alumunium. Panci alumunium juga kurang bagus untuk kesehatan.
  • Bisa juga menggunakan alat steril atau microwave untuk botol kaca-nya.
  • Berikan label atau sticker pada botol untuk mengetahui kapan waktu perah. Tulislah nomor urut di label anda, selain anda akan mengetahui sudah berapa banyak botol yang selama ini anda kumpulkan untuk stok, nomor ini akan memudahkan sistem pengambilan stok ASI secara FIFO (First in First Out). Berikan stok ASI yg lebih dulu masuk, begitu seterusnya.
  • Berikan tambahan beberapa icegel atau icepack dalam freezer anda, seperti di sisi pintu, agar menjaga dingin / beku lebih lama saat keadaan tidak terduga seperti saat listrik mati. Saat listrik padam, usahakan tidak membuka pintu freezer untuk menjaga tingkat suhu botol kaca ASI tutup karet di dalamnya.

 

Menyimpan ASI Perah Beku

Memerah dan menyimpan ASI memang menjadi solusi tepat untuk ibu bekerja yang ingin tetap memberikan ASI untuk bayinya. Ada beberapa tips untuk menyimpan ASI perah agar tetap aman diminum bayi:

  • Siapkan wadah penampung ASI yang mudah disterilkan, biasanya berupa botol bertutup rapat yang terbuat dari gelas tahan panas seperti botol kaca asi tutup karet.
  • Gunakan wadah yang volumenya sesuai dengan kebutuhan bayi untuk sekali minum, seperti botol kaca kapasitas 100 ml.
  • Bila ASI perah akan diberikan kurang dari 6 jam, maka tidak perlu di simpan di lemari pendingin. Sebaiknya jangan menyimpan ASI di suhu kamar lebih dari 3 atau 4 jam.
  • Bila perlu disimpan selama 24 jam, segera masukkan ASI perah ke dalam lemari pendingin pada suhu 4 derajat celcius (jangan sampai beku).
  • Bila ASI perah akan digunakan dalam waktu 1 minggu atau lebih, maka ASI perah tersebut harus segera didinginkan dalam lemari pendingin selama 30 menit, lalu dibekukan pada suhu -18 derajat celcius atau lebih rendah. ASI yang sudah dibekukan dapat disimpan antara 3 – 6 bulan.
  • Bila mungkin, simpanlah ASI di lemari pendingin bagian tengah, atau di bagian terdalam freezer, karena lokasi-lokasi tersebut memiliki temperatur yang lebih dingin dan konstan.
  • Hindari menyimpan ASI pada rak yang menempel di pintu lemari pendingin karena temperatur di tempat ini mudah berubah ketika pintu dibuka dan ditutup, atau jika terpaksa gunakan beberapa ice gel dan ice pack di sisi pintu untuk membantu menjaga suhu disisi itu dan letakkan stok asi disisi pintu freezer hanya untuk yang akan diberikan pada bayi.
  • Beri label atau sticker setiap wadah ASI yang berisi keterangan kapan ASI tersebut diperah.
  • Jangan mengisi penuh wadah penampung ASI, karena ASI akan memuai saat membeku. Sisakan kurang lebih ¼ bagian kosong.
  • ASI yang telah dihangatkan tidak boleh didinginkan/dibekukan lagi untuk diberikan pada bayi di waktu minum berikutnya.
  • Pembekuan yang lama (lebih dari 6 bulan) dapat mengubah komposisi kimia ASI, seperti terjadi penguraian beberapa senyawa lemak dan hilangnya beberapa senyawa yang berfungsi melawan organisme berbahaya. Risiko kontaminasi juga tinggi, jika tiba-tiba listrik padam sehingga susu cair dan dibekukan kembali.
This entry was posted in Seputar Penyimpanan ASI. Bookmark the permalink.

15 Responses to Cara Menyimpan ASI

  1. ara says:

    wah, ternyata nyimpen asi jg ada aturannya ya.. Makasi infonya..

  2. sovie says:

    asi yg dsimpan di kulkas bawah/chiller bs tahan sampe brp hari??

  3. mommy timothy says:

    mau nanya dong….
    saat memerah asi yang didapat hanya 40ml. 2 jam kemudian asi di dapat 30ml. boleh di gabungkan tidak yah?
    terus saat memerah yang pertama harus langsung di simpan di kulkas? baru kemudian di gabungkan?
    makacih…

  4. Pingback: Tips Menyimpan ASI Perah | coolerbagasi.com

  5. Pingback: Cara Menyimpan ASIP Yang Benar | tasbayimurah.com

  6. Pingback: Cara Aman Menyimpan ASIP Untuk Bayi Anda | bayialergi.com

  7. Pingback: Cara Aman Menyimpan ASIP Untuk Bayi Anda | bayialergi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>